Panduan Singkat Merawat Bayi
3:49 AM Posted by Dr. Irwan
Berikut panduan singkat yang mendasar dari tahapan perkembangan bayi :
1. Meraih dan mengambil sesuatu
Pada usia sekitar 4 bulan, kebanyakan bayi sudah bisa meraih dan mengambil benda yang ada di dekatnya. Anda dapat membantunya dengan cara, meletakkan mainan kesukaannya yang bisa ia jangkau. Dan bila ia sudah semakin ahli dalam hal ini, pastikan benda-benda berbahaya tidak ada dalam jangkauannya.
2. Benda permanen
Bayi berusi 4-7 bulan mulai mengenal keberadaan suatu benda-bahwa sesuatu atau seseorang itu ada, meskipun tidak terlihat. Nah, anda dpaat berpartisipasi membantunya dengan cara :
- Bermain sembunyi mainan-tapi sembunyikan sebagian saja , jangan semuanya, dan biarkan ia menemukan.
- Bermain ci luk ba
- Biarkan bayi mengetahui bahwa gerakan yang dia lakukan bisa menghasilkan sesuatu yang menyenangkan seperti, baby gym.
3. Komunikasi
Jauh sebelum bayi dapat mengeluarkan suatu vokal atau konsonan, ia sebenarnya sudah belajar berkomunikasi lewat tangisan, ekspresi, bahasa tubuh dalam menyampaikan keinginannya.
- Bayi usia 2 bulan sering mengeluarkan suara vokal seperti “ooh” dan “aaah”
- Bayi usia 6 bulan, mulai mengeluarkan “babababa”, tatata, atau “mamama”
- Bayi usia 8 bulan sudah merespon bila nama mereka dipanggil.
- Bayi usia 9 bulan sudah mengucapkan mama dan papa atau dada (tanpa arti) dengan beraneka suara dan ekspresi wajah
- Bayi usia satu tahun mampu mengucapkan satu atau dua kata pertama
Lantas, apa yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan bicaranya :
- Tirukan setiap bunyi suara yang dikeluarkan bayi
- Kenalkan suara dan kata baru pada bayi dan bantu dia mengucapkan kembali kata tersebut
- Manfaatkan situasi sehari-hari dalam memperkenalkan kosa kata baru dan minta respon balik anak
- Nyanyikan lagu sederhana yang berulang
- Bacakan buku untuknya (sebaiknya dimulai sejak bayi berumur 6 bulan)
- Sebutkan nama-nama benda, orang dan hewan yang anda tunjuk, serta tirukan suara hewan atau benda tersebut.
- Bersabarlah menghadapi anak. Meskipun dia sudah mampu mengucapkan beberapa kata tertentu, tapi ia butuh waktu lebih lama untuk mereka benar-benar mengucapkannnya.
Kemampuan ini baru bisa dikuasai anak seiring dengan pertambahan usianya selepas batita. Namun, kita dapat memperkenalkannya sejak awal dengan sering bercerita padanya tentang apa saja, terutama menyangkut perasaanya, kekecewaanya, kesenangannya dan minatnya.
5. Toilet learning
- Kita dapat memperkenalkan toilet learning kepada anak bila ia sudah menunjukkan kesiapan. Kita bisa melihat tanda-tandanya melalui :
- Ia menunjukkan ketertarikan bila kita ajak ke dalam toilet (ketika didudukkan di kloset khusus atau saat melihat orang tua atau saudaranya di dalam toilet)
- Popoknya tetap kering selama kurang lebih 2 jam
- Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba ia merasa gelisah dengan popoknya atau ia akan mengatakannya
- Ia mampu mengungkapkan bahwa popoknya sudah basah atau kotor
Read More..
Bila Si Kecil Merasa Takut
3:46 AM Posted by Dr. Irwan
Apa yang terjadi pada tubuh kita saat ketakutan?
- Denyut jantung meningkat lebih cepat guna memompa darah ke otak dan otot
- Paru-paru akan bernafas lebih cepat untuk menyuplai oksigen ke tubuh
- Pupil mata membesar untuk melihat sesuatu lebih jelas
- Sistem pencernaan dan kemih memperlambat kerjanya
Berdamai dengan takut?
Kini, fobia akan sesuatu dapat diobati. Nah bila anda melihat si kecil ketakutan, yakinkan ia bahwa anda bisa menjadi orang yang dapat dipercaya untuk berbagi cerita akan ketakutannya. Lalu, setelah anda dapat mengetahui sumber katakutannya, cari tahu dan temukan. Setelah itu tenangkan ia dengan memberikan pelukan hangat dan kata-kata lembut agar ia tenang. Kalau anak masih ketakutan juga, ada baiknya bawalah anak ke dokter-yang mungkin menemukan masalah kesehatan dalam dirinya- atau terapis-yang dapat memberikan sejumlah terapi guna menenangkan pikiran dan dirinya.
Read More..
Batita Aman Bereksplorasi
3:42 AM Posted by Dr. Irwan
- minimal 30 menit aktivitas fisik terarah (dipandu orang dewasa)
- minimal 60 menit aktivitas fisik bebas
Beberapa jenis permainan in door :
- Permainan kaca. Dengan berdiri di depan kaca, minta anak untuk menunjuk anggota tubuhnya sesuai kata-kata anda.
- Peralatan dapur. Gunakan peralatan dapur atau memasak yang dapat dipakai untuk bermain seperti panci, sendok, dan peraltanlan yang aman ia pakai. Tentu saja benda yang tajam tidak termasuk.
- Mainan bertekstur sangat disukai batita. Batita juga menyukai permainan lipat kertas, kertas berperekat, dan boneka bertekstur.
- Kotak berisi mainan peralatan kebersihan rumah, seperti sikat, sapu, spons atau kontainer berisi piring dan cangkir plastik dan lain-lain.
Permainan out door :
- Bermain bola dengan beragam jenis bola.
- Bermain pasir seperti di pantai.
- Bermain di tanah sambil merasakan dedaunan, batu, ranting pohon, atau mengumpulkan serangga.
- Bermain kapur tulis dan biarkan mereka mengeksprasikan coretannya dalam wadah yang anda sediakan. Pastikan menggunakan kapur yang aman dan awasi dia selama bermain serta mencuci tangan setelah selesai.
- Rekreasi ke taman bermain atau tempat hiburan out door.
Tips aman dan menyenangkan saat bereksplorasi
- Biarkan anak bermain dengan bebas dan leluasa tapi tetap dalam pengawasan anda.
- Utamakan keselamatan anak, bila permainannya menyerempet bahaya, segera hentikan anak dari permainan tersebut.
- Ingat selalu “Semua permainan merupakan bagian dari proses belajar”.
Read More..
Tips Membuat Tulisan Tangan Menjadi Bagus
3:37 AM Posted by Dr. Irwan
Nah, beberapa tips berikut bisa anda coba ajarkan pada si kecil….yuk.
- Pegang pensil dengan benar, yaitu dengan memegangnya menggunakan jari jempol, telunjuk dan jari tengah. Biar lebih jelas, lihat gambar di bawah ini.
- Gunakan kertas bergaris untuk memandu tulisan.
- Menulis secara perlahan / tidak terburu-buru.
- Kurangi tekanan pensil pada kertas. Hal ini membuat lingkaran seperti kurva sulit dibentuk. Selain itu mengurangi tekanan berarti menghemat pensil yang patah dan menghindari kertas menjadi bolong dan robek.
- Sering-seringlah bermain yang menggunakan keahlian menulis sebagai bagian dari permainannnya, terutama permaianan olah kata.
- Seringlah berlatih menulis.
Nah, bila setelah menerapkan tips di atas ternyata anak masih kesulitan menulis dengan bagus, maka saatnya anda ekstra perhatian. Ada beberapa kasus dimana anak memelukan terapi khusus untuk mengatasinya. Tapi ada juga kemampuannya menulis meningkat sejalan bertambah usianya.
Read More..
Tips Singkat untuk Bayi Baru lahir
3:57 PM Posted by Dr. Irwan
- Ibu yang memilih untuk menyusui ASI harus mengetahui bahwa hari-hari pertama, 3-5 hari setelah melahirkan ASI banyak mengandung colostrum yang kaya akan antibody dan sangat diperlukan oleh bayi (warnanya agak kekuningan). Pada orang-orang dahulu colostrum malah dibuang karena dianggap ASI yang pertama keluar itu adalah ASI yang kotor.
- Bayi harus disusui kapan dan dimana saja dia meminta (on demand) sekitar 8-12 kali perhari (atau tiap 2-3 jam).
- Bayiseharunya buang air kecil6-8 kali perhari.
- Perlu diingatkan kepada orangtua pasien adalah normal bayi mengalami penurunan berat badan sampai 10% dari berat lahir. Berat badan akan kembali seperti berat lahir saat bayi berusia 2 minggu.
Tidur
- Kebanyakan bayi baru lahir tidur 18-20 jam perhari.
- Sangat dianjurkan tidur dalam posisi terlentang.
Read More..
Bila si kecil batuk
10:10 PM Posted by Dr. Irwan
Tak ada salahnya, kita sebagai orang tua mengenal tipe-tipe batuk sehingga mempermudah kita dalam memberikan penanganan yang cepat dan tepat. Semoga panduan di bawah ini berguna bagi para orang tua.
1. Batuk berdahak
Batuk berdahak biasanya disebabkan oleh terjadinya inflamasi / swelling pada bagian atas tenggorokan.Croup atau Inflamasi yang terjadi lebih tepatnya di daerah larink (bagian yang menghasilkan suara) dan trake (saluran udara),dapat disebabkan karena alergi, perubahan suhu di malam hari, atau yang paling umum terjadi infeksi saluran pernapasan bagian atas Saat anak menderita batuk ini, napasnya akan terasa berat/sesak. Pada anak-anak di bawah 3 tahun, kecenderungan akan croupsemakin besar karena trakea sempit.
Croup datang secara tiba-tiba, pada waktu tengah malam, ketika si kecil sedang istirahat. Selain itu juga dibarengi dengan ’stridor’ atau napas berbunyi ketika si kecil menarik napas.
2. Batuk ‘Whooping’ (lihat gambar di atas)
Merupakan nama lain dari batuk pertusis, yaitu infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jenis bakteri bordetella pertussis. Batuk ini ditandai dengan bunyi ‘whopping’ ketika si kecil bernapas, hidung berair, bersin, sedikit demam .
Batuk ini menyerang semua umur, terutama bayi kurang dari 1 tahun yang tidak mendapat imunisasi DPT. Penularan batuk ini melalui kontak langsung lewat bersin atau ludah si penderita. Di samping bersentuhan secara langsung melalui tangan yang mengenai hidung atau mulut.
3. Batuk dengan wheezing
Ketika si kecil batuk maka akan disertai bunyi wheezing. Hal ini terjadi mungkin karena tersumbatnya saluran pernapasan karena benda asing atau mukus (ingus).
4. Batuk di malam hari
Jenis batuk yang semakin parah saat malam hari. Disebabkan oleh kongesti pada hidung si kecil dan sinus yang menjalar ke tenggorokan sehingga mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan saat si kecil berbaring di tempat tidur.
5. Batuk di siang hari
Meliputi alergi, asma, pilek, dan infeksi saluran pernapasan lainnya. Aktivitas seperti bermain air dingin dapat memperparah batuk. Saat malam hari batuk ini mereda, begitu pun bila si kecil berbaring /istirahat.
6. Batuk disertai demam
Jika si kecil batuk dengan demam sedang serta hidung berair maka kemungkinan dia hanya menderita flu biasa. Tapi kalau batuknya disertai demam 102 F atau 39 C atau lebih tinggi maka kemungkinan pneumonia, apalagi bila si kecil kelelahan dan napasnya tersengal. Dalam hal ini segera bawa si kecil ke dokter.
7. Batuk disertai muntah
Terlalu seringnya si kecil batuk hingga menyebabkan reflek gag dan akhirya muntah.
8. Batuk menetap
Batuk yang didahului flu. Selain itu asma, alergi, atau infeksi kronis di sinus dapat menjadi penyebabnya. Jika batuknya berlangung hingga 3 minggu, segera bawa si kecil ke dokter.
Kapan kah saat yang tepat untuk menelpon dokter anak anda?
- Saat anak susah bernapas atau ada masalah saat bernapas
- Bernapas lebih cepat dari biasanya dan pendek
- Kebiruan atau gelap pada bibir, wajah atau lidah
- Demam tinggi (terutama pada bayi kurang dari 3 bulan)
- Bayi (kurang dari 3 bulan) batuk selama beberapa jam
- Saat batuk, si kecil bersuara ‘whooping’
- Batuk darah
- Menarik napas sangat panjang
- Saat menghela napas disertai bunyi
- Kelelahan
Pengobatan di rumah
- Jika si kecil asma, pastikan anda telah mengetahui instruksi penanganan asma dari dokter anak anda. Amati perkembangan si kecil selama dia mengkonsummsi obat asma sesuai petunjuk dokter.
- Jika si kecil terbangun tengah malam dengan batuk berdahak, bawa dia ke kamar mandi, lalu hidupkan keran shower air panas (sediakan air panas dalam wadah) selama beberapa menit. Pintu kamar mandi harus ditutup agar uapnya tidak keluar. Selama ruangan kamar mandi hangat, duduklah bersama si kecil sekitar 20 menit. Hal ini dapat membantu si kecil bernapas lebih mudah.
- Menempatkan pengatur kelembaban suhu ruangan di kamar si kecil dapat membantunya tidur nyenyak di malam hari.
- Berikan minuman dingin seperti jus buah. Hindari minuman berkarbonasi atau minuman jeruk.
- Jangan berikan obat batuk tanpa sepengetahuan dokter kepada anak anda (terutama bayi dan balita),
Read More..
Nafas berbunyi pada anak
4:36 PM Posted by Dr. Irwan
Memang banyak bayi yang bunyi nafasnya ‘grok-grok’ terutama menjelang pagi hari. Penyebabnya tidak lain oleh karena rongga hidung bayi masih sempit, terutama bila udara dingin. Jadi ini bukan tanda bahwa bayi pilek. Juga tidak ada hubungannya dengan penghisapan jalan nafas yang kurang bersih pada saat bayi baru lahir. Bahkan sebagian bidan ‘terlalu bersih’ dalam menghisap jalan nafas bayi baru lahir. Sebenarnya yang diperlukan adalah membersihkan lendir, darah, atau air ketuban dalam rongga mulut dan hidung, tidak perlu samapai ke saluran nafas. Cairan dalam paru bayi baru lahir adalah normal, dan akan diserap dengan sendirinya oleh paru bayi dalam beberapa jam. Bila kita memasukkan selang atau kateter penghisap dalam-dalam, dan kemudian tampak cairan yang bercampur lendir keluar, sebenarnya yang keluar adalah isi lambung, karena kateter tidak masuk dalam saluran nafas tetapi ke dalam lambung.
Read More..
Tatalaksana Serangan Asma
4:31 PM Posted by Dr. Irwan
Serangan asma dapat timbul dalam berbagai derajat dari yang ringan sampai berat yang dapat mengancam jiwa. Serangan asma yang akut merupakan suatu kegawatan medis yang lazim dijumpai di ruang gawat darurat.
Serangan asma tersebut sebenarnya dapat dicegah atau paling tidak dikurangi melalui pengenalan dini dan terapi intensif. Sayangnya, kedua hal tersebut dalam hal penatalaksanaan asma anak masih banyak kekurangan yang terjadi.
Menurut buku Pedoman Nasional Asma Anak UKK Pulmonologi IDAI 2002, penyakit asma dibagai dalam 3 kelompok berdasarkan frekuensi serangan dan kebutuhan obat, yaitu asma jarang, sering, dan persisten. Selain klasifikasi derajat penyakit asma di atas, asma juga dapat dinilai berdasarkan derajat serangannya, yaitu serangan ringan, sedang, dan berat. Jadi perlu dibedakan antara derajat penyakit asma (aspek kronik) dengan derajat serangan asma (aspek akut). Seorang penderita asma berat (persisten) dapat mengalami serangan ringan saja. Sebaliknya seorang penderita asma ringan (episodik/jarang) dapat mengalami serngan asma berat, atau bahkan serangan ancaman henti nafas yang dapat mengakibatkan kematian. Terapi yang diberikan bergantung pada beratnya derajat serangan asma.
Tatalaksana serangan asma dilakukan dengan tujuan untuk meredakan penyempitan jalan nafas secepat mungkin, mengurangi hipoksemia, mengembalikan fungsi paru ke keadaan normal secepatnya, dan merenacanakan tatalaksana mencegah kekambuhan.
Tatalaksana Serangan
1.Tatalaksana di rumah
Untuk serangan ringan dapat digunakan obat oral golongan beta 2 agonis atau teofilin. Bila tersedia, lebih baik digunakan obat inhalasi karena onsetnya lebih cepat dan efek samping sistemiknya minimal. Obat golongan beta 2 agonis inhalasi yang dapat digunakan yaitu MDI dengan atau tanpa spacer atau nebulizer.
Bila dalam waktu 30 menit setelah inhalasi tidak ada perbaikan atau bahkan terjadi perburukan harus segera dibawa ke rumah sakit.
2.Tatalaksana di klinik
Penderita yang datang dalam keadaan serangan langsung dinilai derajat serangannya. Tatalaksana awal adalah pemberian beta agonis secara nebulisasi. Garam fisiologis dapat ditambahkan dalam cairan nebulisasi. Nebulisasi serupa dapat diulang dengan selang 20 menit. Pada pemberian ketiga dapat ditambahkan obat antikolinergik. Tatalaksana awal ini sekaligus berfungsi sebagai penapis yaitu untuk penentuan derajat serangan, karena penilaian derajat secara klinis tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat dan jelas.
Jika menurut penilaian awal penderita datang dengan serangan berat yang jelas, langsung berikan nebulisasi beta agonis dikombinasikan dengan antikolinergik. Penderita serangan berat dengan disertai dehidrasi dan asodosis metabolik dapat mengalami takifilaksis atau respons yang kurang terhadap nebulisasi beta agonis. Penderita seperti ini cukup sekali dinebulisasi kemudian secepatnya dirawat untuk mendapat obat intravena selain diatasi masalah dehidrasi dan asidosisnya.
Sedangkan bila dengan sekali nebulisasi penderita menunjukkan respons yang baik, berati serangannya ringan. Penderita diobservasi selama 2 jam, jika respons tersebut bertahan, penderita dapat dipulangkan. Penderita dapat diresepkan obat beta agonis, baik hirup maupun oral, yang diberikan tiap 4 sampai 6 jam. Jika pencetus serngannya adalah infeksi virus, dapat ditambahkan steroid oral jangka pendek, 3 sampai 5 hari. Penderita kemudian dianjurkan untuk kontrol dalam waktu 24 sampai 48 jam untuk reevaluasi tatalaksananya. Selain itu jika sebelum serngan penderita sudah mendapat obat pengendali, obat tersebut diteruskan hingga reevaluasi di klinik. Namun jika setelah observasi 2 jam gejala timbul kembal, penderita harus segera dibawa ke rumah sakit.
Read More..
Atasi Asma secara komprehensif
4:29 PM Posted by Dr. Irwan
1.Mengidentifikasi dan mengendalikan penyebab asma
Benda-benda asing yang dapat mengakibatkan asma merupakan penyebabnya yang dapat bervariasi dari musim ke musim seiring pertambahan usia. Penyebab tersebut diantaranya alergen (debu, karpet, bantal, bulu dan air liur hewan, kecoa, udara dingin), infeksi viral (flu), iritan (asap, aerosol, parfum), perubahan cuaca). Proses identifikasi ini membutuhkan waktu dan ketelitian. Tapi, bila berhasil maka penyebab dapat dikendalikan dengan mudah.
2.Pencegahan dan antisipasi asma
Tes pernafasan yang menggunakan alat spirometer dapat mengukur volume dan kecepatan udara yang keluar dari paru-paru sehingga kemampuan bernafas penderita dapat diketahui. Untuk penggunaan sehari-hari di rumah penderita dapat menggunakan alat peak flow meter. Selama tahapan pertama pengobatan, dokter biasanya akan meminta anak untuk mengikuti sejumlah panduan alat tersebut selama jangka waktu tertentu demi menjaga kestabilan proses. Nah, bagi orang tua penderita asma yang belum bisa berbicara atau menggunakan sendiri alat ini, alat ini sangat membantu dalam memprediksi dan mencegah kambuh asma. Untuk anak-anak yang lebih tua, dapat melakukan sendiri rencana ini.
3.Memakan obat sesuai resep dokter.
Pengobatan asma disesuaikan dengan jenis asma itu sendiri. Ada dua kategori utama pengobatan asma yaitu pengobatan langsung dan pengendali. Adapun keduanya tetap mengobati sesuai gejala dan penyebabnya. Tapi, penggunaan obat yang dikombinasi dengan ramuan herbal dan dosis yang berlebih tidak akan efektif. Bahkan dapat memperburuk proses pengobatan itu sendiri.
4.Rajin kontrol.
Mengikuti tiga tahapan sebelumnya akan memperkecil kemungkinan kambuh gejala asma. Tapi, kesemua proses tersebut tetap memerlukan kontrol dari dokter di samping kesabaran pasien, minum obat, pengawasan dan dan perhatian dari semua anggota keluarga. Dokter sudah menetapkan panduan yang harus diikuti dan berbeda untuk setiap pasien.
5.Pelajari lebih banyak tentang asma, pengobatan terbaru dan penanganannya.
Dengan mengenal seluk beluk asma maka bisa dipastikan kemungkinan mengendalikan asma lebih berhasil. Apalagi kini pengetahuan tentang asma selalu up to date.
Read More..
Trauma Kepala
4:26 PM Posted by Dr. Irwan
Trauma kepala tidak hanya terjadi karena terjatuh, namun juga terbentur pintu, tertimpa benda keras, dan sebagainya. Bila setelah trauma kepala, anak mengalami kehilangan kesadaran sebentar, ini disebut memar otak. Keadaan ini tidak selalu menunjukkan kerusakan otak, melainkan terganggunya pusat kesadaran akibat benturan tadi. Bila benturan hanya ringan, anak akan tetap sadar, tidak pucat atau biru. Karena sakit atau terkejut anak biasanya menangis namun hanya sebentar.
Namun bila anak yang mengalami trauma kepala dengan gejala yang tertera di bawah ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter dan bila perlu dokter akan melakukan CT-scan kepala. Gejala trauma kepala yang perlu diwaspadai :
- Anak kelihatan tidur terlalu lama. Bila hal ini terjadi, bangunkan ia 1 atau 2 kali sepanjang malam untuk mengetahui ia tetap dalam keadaan sadar.
- Anak mengeluh nyeri kepala yang tidak membaik meski telah diberi penghilang nyeri. Bayi dan anak kecil yang nyeri kepala hebat biasanya kelihatan gelisah dan rewel.
- Terjadi perubahan perilaku, kelumpuhan, atau perubahan kekuatan otot.
- Terjadi perubahan pola pernapasan, kejang, atau penurunan kesadaran.
- Anak muntah-muntah.
Read More..
