Alergi Susu Sapi
4:07 AM Posted by Dr. Irwan
Bila dibandingkan kecenderungan alergi susu maka bayi yang minum ASI lebih rendah terkena alergi daripada bayi yang minum susu formula. Tapi para peneliti belum menemukan jawaban mengapa sebagian anak-anak bisa mengalami alergi sedangkan yang lainnya tidak. Pada banyak kasus, faktor genetik (bawaan dari orang tua) menjadi penyebab alergi.
Alergi susu, sejatinya, akan hilang dengan sendiri saat si kecil berusia 3 – 5 tahun, tapi ada juga yang tidak hilang alias menetap. Alergi susu berbeda dengan lactose intolerance, yaitu suatu kondisi ketidakmampuan lambung dalam mentoleransi gula laktosa yang biasanya umum terjadi pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa dibandingkan bayi.
Gejala alergi susu
1.Biasanya muncul pada beberapa bulan pertama kehidupan bayi atau sekitar 7 – 10 hari setelah mengkonsumsi protein susu sapi.
2.Bayi mengalami muntah, penolakan makanan, kolik, dan gangguan kulit berupa bintik-bintik merah.
3.Pada kondisi tertentu selain muntah juga dibarengi suara ‘wheezing’, gatal-gatal pada kulit, diare berdarah. Alergi yang parah berpotensial mengarah pada anafilaksis yang mengenai kulit bayi, lambung, pernafasan, dan tekanan darah. Tapi hal ini jarang terjadi dan kalau pun muncul biasanya lebih disebabkan karena alergi terhadap bahan makanan tertentu daripada karena alergi susu.
Bagaimana bila si kecil mengalami alergi susu?
1.Hubungi dokter,agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan diketahui penyebab alergi susu , apakah faktor bawaan dari orang tua atau alergi makanan tertentu.
2.Tak ada pemeriksaan laboratorium tunggal yang akurat dalam mendiagnosa alergi susu, jadi jangan heran bila dokter meminta si kecil untuk menjalani serangkaian tes.
3.Dokter akan melakukan pemeriksaan darah dan kulit, dengan cara menyuntikkan sedikit susu protein ke bawah permukaan kulit si kecil dengan menggunakan jarum. Jika muncul bintik merah maka dapat dipastikan si kecil memiliki alergi susu.
Pengobatan terhadap alergi susu
Jika bayi anda memiliki alergi susu dan anda sendiri sedang menyusui, maka sangat penting untuk kembali membatasi makanan yang dikonsumsi karena jenis bahan makanan pencetus alergi (alergen) dapat masuk ke susu anda. Anda mungkin dapat berkonsultasi dengan ahli diet agar dapat mengetahui alternatif sumber kalsium dan nutrisi penting lainnya yang dapat menggantikan bahan makanan pencetus alergi tersebut.Sejak Januari 2006, seluruh produsen makanan harus mencantumkan secara jelas komposisi bahan pada label produk terutama yang terbuat dari susu. Perlu diingat, makanan yang diproduksi sebelum Januari 2006 banyak yang tidak menyertakan informasi tentang komposisi bahan yang dapat menjadi pencetus alergi.Jika bayi anda minum susu formula, maka dokter akan menganjurkan anda untuk beralih ke susu kedelai. Jika bayi anda tidak tahan terhadap protein kedelai, maka akan diganti ke susu formula hypoallergen, yang mana proteinnya sudah dipecah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga mampu meminimalisir reaksi alergi.
Ada dua tipe susu formula hypoalergen yang tersedia, yaitu :
1. Susu formula yang sudah dihidrolisasi dengan kandungan protein susu sapi yang kemudian dipecah ke bentuk partikel yang lebih kecil sehingga alergennya pun berkurang jauh bila dibandingkan susu formula biasa. Kebanyakan bayi yang memiliki alergi susu cocok dengan formula ini, hanya sedikit yang tidak.
2. Susu formula bayi berdasarkan asam-amino, yang mengandung protein dalam bentuk sederhana. Susu ini diberikan hanya bila kondisi alergi bayi anda tidak membaik meski telah mengkonsumsi susu hidrolisasi.
Ada juga susu formula hidrolisasi parsial atau sebagian yang beredar di pasaran, tapi tidak 100% hypoalergenik dan masih dapat menimbulkan reaksi alergi.
Susu formula yang beredar di pasaran sekarang dikeluarkan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) dan dibuat sedemikian rupa sehingga tidak dapat ditiru. Susu kambing, air beras, atau susu kacang almond tidak aman dan tidak direkomendasikan untuk bayi.
Sekali anda mengganti susu formula bayi dengan yang lain, maka gejala alergi seharusnya akan menghilang dalam 2 – 4 minggu. Dokter anak anda mungkin akan merekomendasikan kepada anda untuk tetap mengkonsumsi susu tersebut sampai usianya menginjak satu tahun, baru kemudian secara perlahan perkenalkan susu sapi lewat menu diet si kecil. Paling penting rajin berkonsultasi dengan dokter anak anda.
Read More..
Tatalaksana Serangan Asma
4:04 AM Posted by Dr. Irwan
Serangan asma dapat timbul dalam berbagai derajat dari yang ringan sampai berat yang dapat mengancam jiwa. Serangan asma yang akut merupakan suatu kegawatan medis yang lazim dijumpai di ruang gawat darurat.
Serangan asma tersebut sebenarnya dapat dicegah atau paling tidak dikurangi melalui pengenalan dini dan terapi intensif. Sayangnya, kedua hal tersebut dalam hal penatalaksanaan asma anak masih banyak kekurangan yang terjadi.
Menurut buku Pedoman Nasional Asma Anak UKK Pulmonologi IDAI 2002, penyakit asma dibagai dalam 3 kelompok berdasarkan frekuensi serangan dan kebutuhan obat, yaitu asma jarang, sering, dan persisten. Selain klasifikasi derajat penyakit asma di atas, asma juga dapat dinilai berdasarkan derajat serangannya, yaitu serangan ringan, sedang, dan berat. Jadi perlu dibedakan antara derajat penyakit asma (aspek kronik) dengan derajat serangan asma (aspek akut). Seorang penderita asma berat (persisten) dapat mengalami serangan ringan saja. Sebaliknya seorang penderita asma ringan (episodik/jarang) dapat mengalami serngan asma berat, atau bahkan serangan ancaman henti nafas yang dapat mengakibatkan kematian. Terapi yang diberikan bergantung pada beratnya derajat serangan asma.
Tatalaksana serangan asma dilakukan dengan tujuan untuk meredakan penyempitan jalan nafas secepat mungkin, mengurangi hipoksemia, mengembalikan fungsi paru ke keadaan normal secepatnya, dan merenacanakan tatalaksana mencegah kekambuhan.
Tatalaksana Serangan
1.Tatalaksana di rumah
Untuk serangan ringan dapat digunakan obat oral golongan beta 2 agonis atau teofilin. Bila tersedia, lebih baik digunakan obat inhalasi karena onsetnya lebih cepat dan efek samping sistemiknya minimal. Obat golongan beta 2 agonis inhalasi yang dapat digunakan yaitu MDI dengan atau tanpa spacer atau nebulizer.
Bila dalam waktu 30 menit setelah inhalasi tidak ada perbaikan atau bahkan terjadi perburukan harus segera dibawa ke rumah sakit.
2.Tatalaksana di klinik
Penderita yang datang dalam keadaan serangan langsung dinilai derajat serangannya. Tatalaksana awal adalah pemberian beta agonis secara nebulisasi. Garam fisiologis dapat ditambahkan dalam cairan nebulisasi. Nebulisasi serupa dapat diulang dengan selang 20 menit. Pada pemberian ketiga dapat ditambahkan obat antikolinergik. Tatalaksana awal ini sekaligus berfungsi sebagai penapis yaitu untuk penentuan derajat serangan, karena penilaian derajat secara klinis tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat dan jelas.
Jika menurut penilaian awal penderita datang dengan serangan berat yang jelas, langsung berikan nebulisasi beta agonis dikombinasikan dengan antikolinergik. Penderita serangan berat dengan disertai dehidrasi dan asodosis metabolik dapat mengalami takifilaksis atau respons yang kurang terhadap nebulisasi beta agonis. Penderita seperti ini cukup sekali dinebulisasi kemudian secepatnya dirawat untuk mendapat obat intravena selain diatasi masalah dehidrasi dan asidosisnya.
Sedangkan bila dengan sekali nebulisasi penderita menunjukkan respons yang baik, berati serangannya ringan. Penderita diobservasi selama 2 jam, jika respons tersebut bertahan, penderita dapat dipulangkan. Penderita dapat diresepkan obat beta agonis, baik hirup maupun oral, yang diberikan tiap 4 sampai 6 jam. Jika pencetus serngannya adalah infeksi virus, dapat ditambahkan steroid oral jangka pendek, 3 sampai 5 hari. Penderita kemudian dianjurkan untuk kontrol dalam waktu 24 sampai 48 jam untuk reevaluasi tatalaksananya. Selain itu jika sebelum serngan penderita sudah mendapat obat pengendali, obat tersebut diteruskan hingga reevaluasi di klinik. Namun jika setelah observasi 2 jam gejala timbul kembal, penderita harus segera dibawa ke rumah sakit.
Read More..
Atasi Asma secara komprehensif
4:03 AM Posted by Dr. Irwan
1.Mengidentifikasi dan mengendalikan penyebab asma
Benda-benda asing yang dapat mengakibatkan asma merupakan penyebabnya yang dapat bervariasi dari musim ke musim seiring pertambahan usia. Penyebab tersebut diantaranya alergen (debu, karpet, bantal, bulu dan air liur hewan, kecoa, udara dingin), infeksi viral (flu), iritan (asap, aerosol, parfum), perubahan cuaca). Proses identifikasi ini membutuhkan waktu dan ketelitian. Tapi, bila berhasil maka penyebab dapat dikendalikan dengan mudah.
2.Pencegahan dan antisipasi asma
Tes pernafasan yang menggunakan alat spirometer dapat mengukur volume dan kecepatan udara yang keluar dari paru-paru sehingga kemampuan bernafas penderita dapat diketahui. Untuk penggunaan sehari-hari di rumah penderita dapat menggunakan alat peak flow meter. Selama tahapan pertama pengobatan, dokter biasanya akan meminta anak untuk mengikuti sejumlah panduan alat tersebut selama jangka waktu tertentu demi menjaga kestabilan proses. Nah, bagi orang tua penderita asma yang belum bisa berbicara atau menggunakan sendiri alat ini, alat ini sangat membantu dalam memprediksi dan mencegah kambuh asma. Untuk anak-anak yang lebih tua, dapat melakukan sendiri rencana ini.
3.Memakan obat sesuai resep dokter.
Pengobatan asma disesuaikan dengan jenis asma itu sendiri. Ada dua kategori utama pengobatan asma yaitu pengobatan langsung dan pengendali. Adapun keduanya tetap mengobati sesuai gejala dan penyebabnya. Tapi, penggunaan obat yang dikombinasi dengan ramuan herbal dan dosis yang berlebih tidak akan efektif. Bahkan dapat memperburuk proses pengobatan itu sendiri.
4.Rajin kontrol.
Mengikuti tiga tahapan sebelumnya akan memperkecil kemungkinan kambuh gejala asma. Tapi, kesemua proses tersebut tetap memerlukan kontrol dari dokter di samping kesabaran pasien, minum obat, pengawasan dan dan perhatian dari semua anggota keluarga. Dokter sudah menetapkan panduan yang harus diikuti dan berbeda untuk setiap pasien.
5.Pelajari lebih banyak tentang asma, pengobatan terbaru dan penanganannya.
Dengan mengenal seluk beluk asma maka bisa dipastikan kemungkinan mengendalikan asma lebih berhasil. Apalagi kini pengetahuan tentang asma selalu up to date.
Read More..
Keras dan Lembut Pada Diri Sendiri
3:42 PM Posted by Dr. Irwan
Di kampus saya ceritakan hal ini pada teman dari Minnesota. Dia malah mengatakan perjalanan kami belum seberapa, karena anak tetangganya yang kelas 1 SD harus berjalan kaki sejauh 7KM atau 14KM setiap harinya. Dan itu bukan satu dua anak katanya, melainkan banyak yang seperti itu. Rupanya berjalan kaki untuk jarak yang jauh adalah hal biasa di sini.
Saya perhatikan, anak-anak di Tokyo memang tidak pernah dimanja orang tuanya. Pernah di kereta, ada anak lebih kecil dari Nasywa tertidur, ketika kereta sampai, dia dibangunkan dan disuruh jalan oleh orang tuanya. Sementara saya memilih menggendong Nasywa yang juga tertidur di kereta. Pernah juga saya melihat anak kecil menangis minta gendong karena lelah berjalan, tapi orang tuanya lebih memilih berhenti dan membiarkan anak itu istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan.
Orang jepang lebih memilih membantu anaknya untuk mampu menolong dirinya sendiri dari pada harus memberikan pertolongan secara langsung. Mereka mengajarkan anak-anak mereka untuk mandiri dan bersikap keras pada dirinya sendiri. Bahkan mereka di ajarkan untuk tidak mentolelir rasa lemah dan lelah meski penuh air mata.
Saya teringat pesan teman saya saat bertemu dalam sebuah acara di Yogya beberapa tahun lalu. Dia mengingatkan “kalau kita keras pada diri sendiri, dunia akan lembut pada kita. Sebaliknya, kalau kita lembut pada diri sendiri, dunia akan keras pada kita”. Awalnya saya tidak terlalu memikirkan perkataan ini, namun belakangan, dalam perjalanan kehidupan yang saya lalui, saya menemukan banyak kebenaran dalam pesan ini.
Saya teringat teman saya saat SMA dulu, waktu kami ajak belajar bersama dia memilih main bola, nonton TV atau pergi ke dindong (game center zaman dulu). Dia memilih bersikap lembut, memanjakan dirinya dengan berbagai hiburan, dari pada harus bersikap keras untuk menahan kantuk, melawan malas, dan berusaha belajar keras. Saat reuni, teman saya tadi banyak bercerita mengenai kerasnya kehidupan, Sampai hari ini dia selalu menyesal, mengapa dulu lebih memilih jalan yang “menyenangkan”. Dia selalu bilang, “benar kata pak Sri (guru bahasa kami), berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”.
Saya melihat orang-orang di jepang telah dilatih untuk bersikap keras pada diri sendiri sejak kecil. Mereka disiplin, gigih dan pekerja keras. Mereka berusaha untuk mampu mengalahkan segala ketidakmampuan mereka, pantang menyerah untuk mencapai apa yang ingin mereka capai. Mereka berfikir dan bekerja keras untuk menaklukan kondisi alam yang tak bersahabat, mengatasi berbagai halangan cuaca dan munundukkan gempa.
Kini, dunia sangat ramah pada mereka, rela memberikan apa saja yang mereka tidak punya. Negeri mereka menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni. Mereka mendapatkan sumber energy dengan mudah dan murah dari Indonesia, sementara kita sebagai pemilik malah tak mampu menikmatinya. Mereka nikmati produk-produk pertanian dan perikanan terbaik dari Indonesia, sementara rakyat kita justru tak pernah menemukannya.
Benarlah ketika Allah SWT mengatakan, ”Dan bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasannya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya.”(QS.An-Najm:39-40). Hari ini masyarakat jepang menikmati segala keberlimpahan, tentu ini adalah hasil dari apa yang telah mereka kerjakan. Jika hari ini Allah memperlihatkan wajah alam yang tak bersahabat dengan bangsa kita, dunia yang penuh bencana, kehidupan yang keras dan penuh air mata, boleh jadi ini juga hasil dari pilihan kita sendiri.
Semoga bangsa kita mau segera berubah menjadi bangsa perkasa, yang tidak gampang menyerah, tidak gampang dikalahkan oleh rasa kantuk dan malas, tidak mudah takluk oleh rasa lelah, tidak gampang tunduk oleh perasaan lemah dan tak berdaya, tidak mudah bertekuk lutut oleh uraian air mata.
Dalam salah satu syairnya Iwan Fals pernah mengatakan, “Jalan masih teramat jauh, tak mungkin berlabuh, bila dayung tak terkayuh.” Ya..jalan masih teramat jauh bagi bangsa kita untuk bisa menikmati segala keberlimpahan yang kita punya, namun kita tetap harus berani melangkah, karena hanya dengan begitu kita bisa sampai di tujuan. Agaknya saya harus mengatakan hal ini pada anak saya, semoga dia mau berusaha keras untuk melajutkan perjalanannya yang masih sangat panjang dan penuh tantangan. Amin.
Read More..
Kerja Adalah Ibadah (Are You Sure?)
3:36 PM Posted by Dr. Irwan
Kerja adalah ibadah merupakan kalimat yang sering kudengar, dan kuamini alias kusetujui. Kerja adalah perwujudan konkret dari rasa syukur seorang hamba terhadap potensi amaliah yang dia miliki. Jadi kalau ada seseorang yang semangat bekerja, mencari nafkah halal untuk keluarga, tentu perlu diacungi jempol.
”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kam di muka bum; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (Q.S. Al-Jumu’ah (62): 10)
Diriwayatkan dari Al Miqdam ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “tidak ada makanan yang lebih baik bagi seseorang kecuali makanan yang ia peroleh dari uang hasil keringatnya sendiri. Nabi Allah, Daud as. , makan dari hasil kerjanya sendiri”
Aku jadi teringat masa-masa seusai lulus kuliah dahulu. Bekerja sebagai profesional IT, membuatku bangga dan bersyukur, karena mampu mengamalkan ilmu yang kumiliki. Ini juga sekaligus wujud bakti kepada orang tua yang sudah susah payah menguliahkanku, selain perwujudan tanggung jawab terhadap anak dan istri. Pagi, ketika matahari baru saja menggeliat muncul di timur, aku sudah berangkat. Malam hari, ketika matahari telah lama terbenam, aku baru pulang. Semangat pembuktian diri begitu menggebu-gebu. Pembuktian bahwa ilmu yang kumiliki tidaklah sia-sia, bahwa diriku adalah orang yang berguna bagi orang lain. Dan bukankah ada janji pahala ibadah bagi orang yang berpayah-payah mencari nafkah? Lengkaplah sudah.
Namun benarkah semua seindah kelihatannya?
Meski ini adalah kejadian bertahun-tahun yang lalu, namun masih segar dalam ingatanku, ketika aku lebih sering tidak sholat shubuh di Masjid karena kesiangan. Pulang kerja sudah larut malam. Sangat letih. Letih secara fisik, letih pula pikiran karena berbagai urusan kantor. Jangankan untuk bangun malam untuk qiyamul Lail, bangun tatkala adzan shubuh berkumandang pun sudah merupakan prestasi. Tapi dalih masih bisa dicari. Toh aku lelah bekerja untuk mencari nafkah? Bukankah mencari nafkah adalah ibadah?
Sholat-sholat lain pun tidak bisa di awal waktu. Jangankan sunnah dhuha, untuk bisa berjamaah on time di Masjid kantor pun seringkali tak bisa kulakukan. Pekerjaan yang kubanggakan menjadi prioritas utama. Sholat masih bisa belakangan, dengan alasan pekerjaan yang kulakukan berkaitan dengan kepentingan orang banyak. Tentu Allah bisa maklum kan? Demikian pikirku secara keterlaluan.
Posisi dan gajiku memang melesat cepat. Namun jelas ada harga yang tak sebanding yang harus kubayar. Uang banyak ternyata tak mampu menenangkan hatiku. Pengajian-pengajian semakin jarang kuikuti, menambah parah ritme ibadah yang tidak karuan. Silaturahim semakin jarang. Pekerjaan ternyata telah menjadi Tuhan baru, menggantikan Allah Yang Maha Memberi rizki.
Bagaimana mungkin kita dapat berbahagia dengan kehidupan yang berfokus pada kerja, kantor, kerja, kantor dan seterusnya? Bagaimana kita bisa yakin kita berada di tempat yang benar, jika setiap tiba hari senin kita mengeluh, ”Yaah, sudah harus masuk kerja lagi.” Bagaimana kita bisa yakin telah mengerjakan sesuatu yang benar jika setiap kali jam pulang kita justru merasa lega?
Kicau burung yang riang gembira menyambut pagi tak berarti apa-apa bagiku yang harus memburu waktu. Tenggelamnya matahari senja, yang sebenarnya kunikmati dari pelataran musholla, tak pernah bisa kusaksikan. Bahkan tawa canda riang bersama anak-anak hanya seminggu sekali dapat kulalui. Itu pun diiringi dengan bayang-bayang keletihan. Allah seperti mengingatkanku bahwa aku telah terjerat dalam perangkap yang kubuat sendiri.
Akhirnya aku menyadari bahwa tidak semua orang boleh atau berhak mengatatakan bahwa kerja adalah ibadah. Bagaimana mungkin disebut ibadah, jika membuat kita semakin tidak mengenalNya dan mensyukuri segala anugerahNya? Bagaimana bisa bernilai ibadah, jika justru menghasilkan kegelisahan dan ketidakberkahan dalam hidup? Bagaimanalah kerja itu bisa dianggap ibadah jika justru saat-saat sholat fardhu kita hanya menggelar sajadah sekenanya, di sela-sela kaki kursi dan meja, karena tak bisa berpisah jauh dari komputer kerja kita? Kita tak mampu merasakan kehadiranNya bahkan saat kita tengah beribadah mahdhoh di hadapanNya!
Mungkin waktu itu aku salah memaknai doa: ”Ya Allah berilah aku kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat ...”
Karena sejatinya indikasi kebaikan – hasanaat – adalah ketika dibukanya pintu-pintu ketaatan. Ketika kita dimudahkan untuk berkomunikasi mesra denganNya. Ketika tibanya waktu-waktu sholat kita sambut dengan semangat, tidak dengan malas-malasan. Indikasi hasanaat bukanlah pada capaian-capaian duniawi apapun bentuknya, selama ia tidak mendekatkan hubungan kita dengan Sang Pemberi Kebaikan.
Lalu, apakah kemudian kerja menjadi tidak berarti.
Ah, tentu bukan itu pointnya. Pointnya adalah yang utama bagi kita menjaga hubungan dengan Allah. Meski Ia adalah dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher kita sendiri, namun belum tentu kita merasa dekat denganNya. Bahkan belum tentu pula Ia menganggap kita adalah orang-orang yang dianggap memiliki kedekatan khusus denganNya.
Dengan kedekatan tersebut, dalam segala aspek kehidupan kita, yang kemudian kita minta adalah petunjukNya. Dalam bekerja misalnya, kita mulai dengan meminta agar Ia memudahkan urusan kita. Bukankah doa-doa yang Rasulullah ajarkan menunjukkan bahwa kita perlu selalu meminta kemudahan dalam berbagai urusan?
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, rahmat dari sisi-Mu. Dengan rahmat-Mu Engkau menerangi hatiku. Dengan rahmat-Mu Engkau mengumpulkan dan memudahkan urusanku. Dengan rahmat-Mu Engkau balikkan sesuatu yang tiada dariku. Dengan rahmat-Mu Engkau Angkat kesaksianku. Dengan rahmat-Mu Engkau sucikan amalku. Dengan rahmat-Mu Engkau ilhamkan kedewasaanku. Dengan rahmat-Mu Engkau kembalikan sesuatu yang hilang dariku. Dengan rahmat-Mu Engkau jaga aku dari segala keburukan.” (lihat Ar Rasul, karya Said Hawwa)
Dengan demikian, segala ikhtiar yang kita lakukan merupakan ikhtiar yang terilhami, karena kebersamaan kita denganNya. Mudah-mudahan dengan demikian Ia pun akan memudahkan kita dalam bekerja dan berbagai urusan. Sehingga – misalnya – waktu prime time sholat lima waktu untuk audiensi denganNya dapat kita penuhi dengan lapang.
Setelah itu, barulah agaknya kita bisa mencoba mengatakan kembali, meski tetap dengan hati-hati, ”ya, kerja saya bernilai ibadah, insya Allah”.
Wallahu a’lam bishshowwab
Read More..
Menjadi Hamba Pilihan Allah
3:34 PM Posted by Dr. Irwan
Setiap orang yang hadir punya penilaian yang berbeda, tergantung dari sisi mana ia melihat, sejauh mana ia mengetahui individu seorang calon, seberapa besar ia memahami hakekat dan peran seorang pemimpin, seberapa banyak ia mengetahui syarat-syarat seorang pemimpin dan lain sebagainya.
Dari sekumpulan orang banyak tersebut, ada orang yang begitu bernilai, yang nilainya lebih besar dari jumlah peserta yang hadir. Yang bila ia berkata akan didengarkan, jika memberikan ide akan langsung diterima dan bila ia melontarkan sikap akan menjadi bahan pertimbangan. Dan dari sekumpulan orang banyak itu, ada orang yang biasa saja, yang nilainya bisa sama dengan satu orang atau kurang dari itu.
Dari sisi mana dan apa sajakah seseorang itu bernilai dan punya harga di hadapan orang banyak? Hal apakah yang menyebabkan mereka sering ditampilkan ke depan? Dan karena dasar apakah mereka dianggap layak untuk menjadi pemimpin? Apakah karena wajahnya yang tampan, badannya yang kekar, kepintaran berbicara, dan lainnya?
Jawabannya adalah karena pribadi yang melekat pada orang tersebut. Karena sikapnya selama ini yang selalu dapat menyentuh setiap hati. Karena kata-katanya sanggup menggugah nurani, dan keberaniannya tidak dapat dipatahkan. Mereka adalah orang-orang yang punya komitmen dan prinsip dalam hidup.
Mereka adalah orang-orang yang berani berkata untuk sebuah tanggung jawab, orang-orang yang selalu berpandangan positif dan membangun. Ya, mereka adalah orang-orang yang berani memikul tanggung jawab.
Dalam sejarah kita temukan banyak manusia–manusia yang perjalanan hidupnya mampu menorehkan tinta emas. Dan juga banyak dari manusia yang perjalanan hidupnya tidak meninggalkan kesan apapun. Mereka lahir, hidup, dan mati. Tidak ada cerita setelah itu tentang mereka.
Menjadi yang terpilih di hadapan manusia perlu pada pembinaan sikap positif yang kontinyu di hadapan mereka. Karena manusia cenderung akan melihat apa yang nampak dari luar. Sedangkan untuk mengetahui apa yang dalam hati, tidak ada yang bisa mengetahuinya kecuali Allah Swt dan pribadi setiap orang jika ia mau jujur terhadap dirinya.
Pernahkah kita punya keinginan untuk menjadi hamba terpilih karena kebaikan dan ketaatan yang kita lakukan pada Allah? Menjadi hamba yang Allah cintai, yang Allah golongkan ke dalam kekasih-Nya. Hamba yang ketika berdo`a dikabulkan dan ketika meminta akan diberi?
Tentu sebagai seorang yang beriman dan mencintai Allah, keinginan untuk menjadi hamba yang terpilih adalah harapan yang selalu ingin kita wujudkan. Kita juga selalu berdo`a agar Allah menggolongkan kita untuk menjadi ahli sorga-Nya.
Seperti halnya menjadi yang terpilih di hadapan manusia kita harus ada bekal amal, prestasi, dan nilai-nilai positif lainnya yang kita miliki yang telah dapat dirasakan orang banyak, maka untuk menjadi seorang hamba pilihan Allah, apakah kita juga sudah punya syarat-syarat tersebut?
Kita harus punya prestasi yang bisa dibanggakan di hadapan Allah. Prestasi dalam segala bidang dan dimensi ibadah. Mulai dari yang bersifat harian seperti shalat malam, shalat 5 waktu tepat waktu dan berjama`ah, berdzikir, membaca al-Quran, shalat nawafil, selalu berdo`a pada Allah, menangis atas dosa dan kesalahan, mengajak orang lain pada kebaikan, mengajarkan ilmu, bersedekah, silaturrahmi dan segala ketaatan lainnya.
Apakah kita termasuk orang-orang yang lamban atau cepat? Apakah kita tergolong orang-orang yang selalu meremehkan dan mempermainkan aturan-aturan Allah? Dan apakah kita senantiasa membela pandangan-pandangan yang berbenturan dengan tembok syariat? Jawabannya ada dalam diri setiap individu kita dan bisa diketahui bila kita mau mengoreksi diri dengan jujur.
Bagaimana mungkin orang banyak akan memilih seseorang dan mereka perjuangkan untuk menjadi pemimpin mereka, kalau selama ini orang tersebut sering lambat dalam bekerja, tidak cekatan, selalu meremehkan aturan yang telah ditetapkan bahkan sikap dan kata-katanya banyak menimbulkan pertentangan.
Nah, kita sekarang perlu melihat diri kita, apakah di hati kita ada keinginan yang jujur untuk menjadi hamba pilihan Allah? Bila keinginan itu ada muncul dalam hati kita, sampai saat ini sikap-sikap apakah yang telah kita bangun dalam diri sehingga Allah layak memilih kita untuk menjadi hamba-hamba yang didekatkan disisi-Nya, hamba-hamba yang terpilih menerima ampunan-Nya dan terpilih menjadi ahli sorga-Nya?
Semoga tulisan singkat dan sederhana ini bermanfaat. Selamat berjuang menjadi hamba pilihan Allah subhanahu wa ta`ala. Mohon doanya moga sukses ujian, terima kasih.
Read More..
JK ingin bertemu Manohara
9:32 AM Posted by Dr. Irwan

Jakarta - Kisah Manohara Odelia Pinot yang mengaku disiksa oleh suaminya, putra Sultan Kelantan, Malaysia menjadi perbincangan hangat di seantero negeri. Kisah tragis mantan model cantik ini rupanya juga menyentuh Jusuf Kalla (JK).
Pria yang menjabat sebagai Wakil Presiden itu pun ingin bertemu perempuan yang akrab disapa Mano itu. "Pak JK memang ingin bertemu Manohara," kata juru bicara JK Meutia Hafid kepada detikcom, Senin (1/6/2009).
Meutia mengatakan, dalam pertemuan itu, JK ingin menanyakan langsung kepada Mano apa yang sebenarnya dialami selama tinggal di Kerajaan Kelantan, Malaysia. JK juga ingin tahu apakah Mano benar-benar mengalami penyiksaan dan kekerasan seksual dari suaminya, Teuku Muhammad Fakhry.
"Kemarin juga ada pernyataan Mano yang menyayangkan KBRI di Kuala Lumpur. Itu kan masukan bagus untuk pemerintah. Lagipula ini kan menyangkut hubungan dengan Malaysia," kata Meutia.
Lalu kapan rencananya akan bertemu Mano? "Belum pasti, tapi ada kemungkinan sore ini. Mau dilihat jadwal Pak JK dulu," katanya.
Sementara itu pengacara keluarga Mano, Yuri Andre Darma, mengaku belum tahu tentang rencana JK akan mengundang Manohara. "Kita belum tahu. Tapi pasti kalau Manohara dan Ibu Daisy bersedia, tentu kita akan mendampinginya," kata Yuri.(Ken Yunita - detikNews)
Read More..
Bus Masuk Jurang di Sumbar
9:27 AM Posted by Dr. Irwan
Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Kawedar, kepada detikcom melalui telepon, Minggu (31/5/2009). Menurutnya, sopir yang membawa 36 penumpang tersebut diperkirakan panik dan gugup setelah mengetahui bus yang dikemudikannya blong rem, sehingga hilang kendali.
“Diketahui bus tersebut bernopol BA 2834 E. Sejauh ini polisi masih menyelidiki lebih jauh penyebab terjadinya kecelakaan. Data terakhir yang kita terima, akibat kejadian tersebut 12 orang tewas dan 24 lainnya luka-luka. Korban luka sejauh ini dirawat di RS Yarsi dan RSUD Padang Panjang,” tuturnya.
Lebih lanjut Kawedar mengatakan, hingga pukul 19.00 WIB pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah sopir yang membawa bus tersebut termasuk korban tewas atau luka karena masih diidentifikasi.
"Kawasan Lembah Anai merupakan salah satu jalur rawan kecelakaan di Sumbar. Ke depan uji kelayakan bagi kendaraan harus diperketat agar kejadian ini tidak terulang. Selain itu, kita menilai ruas jalan di lokasi kecelakaan harus diperlebar dan ditambah rambu-rambu lalu lintas,” tukasnya.(Yonda Sisko - detikNews)
Read More..
Vanbook from Advan
9:08 AM Posted by Dr. Irwan

Mengawali tahun 2009 ini, Advan Digital kembali mengeluarkan notebook terbaru yang dilabeli Vanbook A Series. Dilihat dari spesifikasi dan fiturnya, produk tersebut masuk dalam kategori netbook alias notebook mini yang tengah marak saat ini.
Vanbook Hadir dalam dua macam tipe, yaitu A1-N70 dan A1-N70T, dengan Kapasitas HDD 120 GB SATA. Untuk A1-N70T tersedia free upgrade menjadi 160 GB. Kedua series dilengkapi dengan processor Intel Atom N270 1.6 Ghz dengan memori 1 GB DDR.
Ukuran layarnya 10.2 inci dan berat secara keseluruhan hanya 1,4 kg untuk seri SA1-N70 dan 1,25 kg untuk seri A1-N70T sehingga ringan untuk ditenteng ke mana-mana. Bentuknya juga praktid karena dimensinya juga lebih kecil dari sebuah kertas A4, karena hanya 258 mm x 189 mm x 28 mm.
Untuk keypad dirancang sesuai ukuran standar sehingga tetap nyaman dan mantap pada saat mengetik atau menjelajahi dunia maya. Vanbook sudah dilengkapi dengan Wifi untuk koneksi internet nirkabel di manapun yang mendukung. Webcam dengan kualitas gambar yang tajam dan jernih, sangat cocok untuk penggemar chatting, share foto, browsing, dan lainnya.
Desain Vanbook juga stylist dengan 4 pilihan warna, yaitu putih dan pink untuk A1-N70 serta hitam, putih, biru, dan pink untuk A1-N70T. Pengguna yang gemar melakukan browsing di cafe atau mall, tak akan canggung memamerkan Vanbook-nya kepada teman, rekan kerja bahkan rekan bisnis. Daya tahan baterainya juga cukup lama hingga 3 jam. Masing-masing netbook ini dibandrol seharga Rp 3.599.000.
Read More..
Wishper
8:44 AM Posted by Dr. Irwan

I have been wacthing movie with the title "WISPER". What a good movie. The movie story about a group consist for 3 men and 1 women, they have contract to kidnaping a boy (David), 8 years old children from rich family. They want to get money from who had ask them, Jason.
What a pity, actualy David is not ordinary children. He have gift. He can control the man to killing each other. The Jason who contract them is David's mother. She want David to kidnaping because she no longger can to take care David.
I think you must see this film.
Read More..
